20 Juni 2020

Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika Menggunakan SSD

Pertama, selamat! Selamat ya sudah upgrade ke SSD. Orang yang sudah berpindah ke agama SSD biasanya auto-murtad penuh dan tidak ingin kembali ke harddisk mekanikal untuk boot drive OS. Juga seminggu pertama memakai SSD, setiap nyalakan komputer, biasanya diwarnai dengan sumpah serapah betapa HDD itu lambat sekali untuk memuat OS dibanding SSD. Juga rata-rata mualaf SSD akan bercerita tidak perlu lagi menyiapkan kopi dan bermain satu ronde ular tangga sembari menunggu harddisk memuat OS.

Haram Lakukan Ini Saat Anda Gunakan SSD



  • Jangan defragment SSD.

    1. Tidak seperti harddisk mekanik yang menyimpan data dalam urutan track dan sector, SSD menyimpan data seperti tabel Excel—baris dan kolom. Harddisk mekanik waktu aksesnya lebih cepat kalau keseluruhan badan file berada di sektor yang berurutan, makanya dia bagus kalau di-defrag. Kecepatan akses SSD ke baris+kolom manapun sama saja, baik datanya berurutan atau tersebar. Sama saja.
    2. Malah tindakan defrag SSD berarti blok data lama dipindah ke blok data baru supaya berurutan, namun peningkatan kecepatan aksesnya nol besar. Justru ini memperpendek umur SSD karena menghambur-hamburkan write cycle yang tidak perlu.
    3. Untungnya OS modern sudah cukup pintar mendeteksi dia SSD atau HDD, dan pilihan untuk defragment SSD diganti dengan TRIM command. Trim (computing) - Wikipedia

  • Jangan lakukan full formatQuick format sudah cukup.

    1. Full format artinya kita menulis data 00000000 (binary) ke setiap byte dalam setiap sektor dalam setiap track di dalam satu partisi harddisk. Kalau itu kita lakukan di SSD, kita malah menghambur-hamburkan write cycle dan memperpendek umur pakainya.
    2. Umumnya SSD hanya berumur sampai ~150 TB “data ditulis akumulatif”. Setiap byte yang Anda tulis ke dalam SSD akan dijumlahkan dan akan terus naik menuju angka ~150 terabytes. Aksi menulis 00000000 ke setiap blok penyimpanan SSD tentu juga dihitung ke 150 TB ini.
    3. Setelah 150 TB data ditulis, produsen tidak lagi menjamin floating gate di transistor dalam sel NAND masih mampu menyimpan elektron. Kalau elektronnya bocor, bit 1 menjadi 0. Ini yang tidak dijamin oleh pabrikan—istilahnya makan Indomie yang kadaluarsa 4 bulan lalu sih boleh-boleh saja, tapi Indofood tidak bertanggung jawab kalau kamu sakit perut gara-gara itu.
    4. Maka dari itu, cukup lakukan quick format saja. Kita menghemat write cycle. Hanya daftar isi partisi itu yang dihapus isinya.

  • Jangan di-DBAN. Gunakan secure erase atau fitur sanitize.

    1. Penjelasan sedikit, DBAN singkatan dari Darik’s Boot and Nuke. Ini adalah software bootable untuk melakukan full format partisi harddisk dengan menulis data 00000000 (binary) ke semuanya, kemudian ditimpa 11111111 (binary) ke semuanya, lalu ditimpa 01010101, dan diulangi beberapa varian pola bit sampai beberapa belas kali siklus pemformatan.
      Tujuannya untuk memastikan harddisk itu benar-benar hilang datanya dan tidak bisa di-recover secara low level. Link = Darik’s Boot and Nuke – DBAN.
    2. Biasanya harddisk di-DBAN saat mau dibuang, dipensiunkan ke gerobak abang barang bekas/pemulung, atau saat mau kita jual namun takut ketahuan di dalam harddisk ada banyak JAV.
    3. Nah, karena penjelasan dua poin di atas sudah menyinggung write cycle, bisa ditebak sendiri ya kenapa SSD tidak boleh di-DBAN. Sebaliknya, produsen SSD yang berkelas biasanya menyediakan software utilitas untuk melakukan secure erase atau sanitize (setiap vendor punya nama berbeda).
    4. Secure erase/sanitize ini efeknya sama dengan DBAN namun dilakukan dalam 3 detik. Kira-kira, chip controller di dalam SSD mengeluarkan perintah ke seluruh chip NAND di dalam SSD yang berbunyi: “Wahai seluruh chip NAND, buanglah seluruh elektron yang kalian simpan.”
      Boom! Semua elektron dibuang, semua blok dan sel penyimpanan data isinya kembali jadi 00000000.
    5. Tidak mungkin data bisa di-recover karena tidak ada lagi elektron yang tinggal di dalam floating gate transistor NAND. Beda ya, dengan harddisk mekanik yang memakai magnet, yang sudah diformat pun kadang masih ada residu orientasi magnetik yang membuat file bisa di-recover.
    software utilitas pemeliharaan SSD
    “Samsung Magician”, software utilitas pemeliharaan SSD untuk merek Samsung. Untuk merek Sandisk namanya “Sandisk SSD Dashboard”

    • Sisakan sedikit ruang untuk over provisioning.
      1. Kira-kira 5-10% kapasitas SSD.
      2. Over provisioning itu begini: Kalau ada sel/blok penyimpanan data yang rusak entah karena apapun—karena jarang di-TRIM, atau karena write cycle satu blok itu sudah hampir ajal, atau karena memang satu-dua biji ada cacat produksi—blok yang rusak akan ditandai oleh chip controller dan diganti oleh blok lain yang masih sehat. Controller mengambil blok yang sehat dari area over provisioning ini.
      3. Over provisioning dilakukan dengan cara membiarkan satu blok partisi tidak dipakai. Contohnya di bawah ini:
    ruang untuk over provisioning


    Silahkan bertanya asalkan sopan